Tantangan UMKM untuk Dapat Pembiayaan Modal Kerja Perbankan

  • Whatsapp
Tantangan UMKM untuk Dapat Pembiayaan Modal Kerja Perbankan

Hercules99 – Ekonomi, Sejak pandemi berlangsung, Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus ekonomi untuk para pelaku UMKM. Mulai dari memberikan insentif suku bunga KUR, bantuan modal kerja (Banpres Produktif), hingga lainnya.

Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi, OJK, Enrico Hariantoro dalam Webinar Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi, Jakarta, pada Selasa, 4 Mei 2021, mengatakan, beberapa bulan lalu ada dorongan UMKM, berupa insentif subsidi bunga, perlakuan khusus atau penjaminan yang sedang disiapkan formulanya oleh pemerintah.

Read More

Sebenarnya, kata Enrico, pelaku UMKM juga bisa mendapatkan pembiayaan modal kerja dari perbankan. Namun, karena sifat kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit membuat akses pelaku UMKM sedikit terhambat.

Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan regulator dilakukan pada akhirnya menjadi hak perbankan sebagai penyalur kredit. Tantangan yang muncul yakni, membuat dampak multilateral. Regulator dalam hal ini tidak bisa lagi ikut campur  selain mengeluarkan kebijakan.

Keputusan perbankan dalam menyalurkan kredit, dikembalikan pada keputusan bisnis. Hal ini yang menurut Enrico membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Enrico mengatakan, perlu ada satu lembaga atau pihak yang mempertemukan perbankan dengan pelaku UMKM. Tetapi, tantangan yang datang selanjutnya, berasal dari pelaku usaha.

Sebab, bila ada lembaga yang menjembatani, pelaku  usaha mengira lembaga akan memberikan bantuan bukan pembiayaan.

Buat Dapat Nasabah UMKM, Perbankan Syariah Wajib Miliki Produk Unggulan

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengingatkan kepada lembaga perbankan syariah di Indonesia untuk mampu menghadirkan produk yang memberikan value atau nilai tambah lebih.

Tujuannya mampu menggaet banyak nasabah potensial yang mayoritas menetap di daerah dan didominasi oleh pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Ketua OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, untuk bisa bersaing dengan lembaga perbankan konvensional, perbankan syariah diharuskan mampu menghadirkan produk yang mempunyai value.

Diantaranya dengan menyediakan produk dengan harga terjangkau, lengkap, dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap setiap nasabah.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh lembaga keuangan syariah di Indonesia dapat segera berbenah untuk menghadirkan produk yang memiliki value lebih. Apalagi, persaingan bisnis perbankan tengah menghadapi tekanan akibat dampak pandemi covid-19.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *