Sebut KKB Papua Sebagai Teroris Tak Selesaikan Masalah, DPR: Pemerintah Harus Punya Rencana Matang

  • Whatsapp
Sebut KKB Papua Sebagai Teroris Tak Selesaikan Masalah, DPR Pemerintah Harus Punya Rencana Matang

Hercules99 – Politik, Yan Permenas Mandenas, Anggota Komisi I DPR RI mengatakan, memberi label terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris, tentu tak bisa menyelesaikan masalah begitu saja.

Hal itu justru menunjukan kelemahan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Papua. Menurut legilator asal Papua ini, ia menyebut bahwa hal demikian bukanlah suatu solusi bagi Papua sendiri. Sebab, masalahnya bukan hanya urusan hukum saja, tetapi politiknya juga.

Read More

Persoalan Papua bukanlah masalah yang menyangkut satu kelompok saja. Apabila KKB berhasil dihabisi hari ini, maka regenerasinya akan terus bermunculan.

Pemerintah harus memiliki rencana yang matang untuk menghentikan aksi kekerasan oleh KKB. Dalam jangka waktu panjang, perlu pendekatan teritorial, komunikasi, rekonsiliasi dan dialog untuk menyelesaikan masalah papua tersebut.

Dialog yang dimaksud itu merupakan dialog dalam kerangka bingkai NKRI sesuai format yang disepakati bersama, antara pemerintah pusat dengan rakyat Papua, melalui tim kerja yang nanti direkomendasikan oleh presiden atau dibentuk untuk kemudian bisa mengawal proses tersebut.

Sementara, dalam jangka pendek diperlukan evaluasi penanganan KKB di Papua. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pendekatan serta kelemahan operasi selama itu.

Selain itu, Yan mengungkit kasus salah tembak harus segera dihentikan supaya tidak menghasilkan balas dendam yang berkepanjangan.

KKB Ditetapkan Sebagai Teroris

Mahfud Md, Menteri Politik Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), mewakili pemerintah menetapkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris. Termasuk gerakan dan individu yang terafiliasi dengan kelompok tersebut.

Hal tersebut menuruf Mahfud Md sebagaimana pernyataan yang telah disampaikan oleh ketua MPR, BIN, Polri, TNI, hingga tokoh masyarakat serta adat papua itu sendiri.

Mahfud mengutip ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, disebutkan bahwa teroris adalah siapa pun orang yang merencanakan, menggerakan, dan mengorganisasikan terorisme.

Sementara itu, teroris merupakan setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Disisi lain, juga mampu menimbulkan korban secara massal atau menimbulkan kerusakan serta kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional, dengan motif ideologi, politik, serta keamanan.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment