Sungguh Bejat, Lelaki Padang Pariaman Cabuli Gadis Difabel Bermodus Jemput Sekolah

  • Whatsapp
Sungguh Bejat, Lelaki Padang Pariaman Cabuli Gadis Difabel Bermodus Jemput Sekolah

Hercules99 – Kriminal, Seorang lelaki di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat harus merasakan dinginnya jeruji besi, lantaran mencabuli gadis di bawah umur yang mengalami different ability (difabel) atau keterbelakangan mental.

Pelaku berinisial A (47) merupakan seorang penjual kerupuk yang mencabuli korban di belakang bangunan Mushala tak terpakai.

Read More

AKP Ardiansyah, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Padang Pariaman mengatakan, terungkapnya tindakan tersebut ketika korban mengeluh sakit di bagian alat vitalnya.

Dalam keterangannya, korban mengaku bahwa tindakan bejat itu dilakukan hingga empat kali. Padahal, pelaku pencabulan masih berhubungan kerabat dengan korban, yakni paman korban alias adik dari pasangan suami istri atau orang tua korban.

Korban Dalam Tahap Pemulihan Kondisi Psikis Akibat Pencabulan

Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim polres Padang Pariaman, Aipda Roy Wirama, mengatakan bahwa korban sering dijemput oleh pelaku setiap pulang sekolah.

Pihaknya menduga bahwa pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk mencabuli korban. Ditambah korban mengalami gangguan jiwa, membuat pelaku merasa mudah melakukan tindakan keji tersebut.

Sementara itu, pihaknya mengalami kesulitan menggali informasi dri korban. Sebab, kondisi korban yang mengalami keterbelakangan mental.

Ketika ditanya sejak kapan pelaku melakukan perbuatan tersebut, korban hanya mengatakan bahwa kejadian itu dilakukan dalam rentang waktu Maret hingga April 2021.

Saat ini, pihak polisi terkait berusaha membantu pemulihan terhadap korban, baaik itu secara fisik maupun psikis.

Kini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Padang Pariaman untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan keji dan bejat tersebut.

Pihak polisi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sebisa mungkin mencegah hal seperti ini terjadi lagi karena bisa membuat gangguan psikis dan mental terhadap korban. Apalagi jika korbannya masih anak-anak.

Anak-anak merupakan masa depan Indonesia yang mesti dijaga dan jangan dibiarkan ternodai atau masuk ke jalan salah. Oleh karena itu, peran orang terdekat alias keluarga sangat diperlukan. Jangan sampai pihak keluarga atau kerabat terdekat yang malah menghancurkan masa depan anak-anak tersebut.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *