Isdianto, Mantan Gubernur Kepri Resmi Bergabung dengan Partai Demokrat

  • Whatsapp
Isdianto, Mantan Gubernur Kepri Resmi Bergabung dengan Partai Demokrat

Hercules99 – Politik, Isdianto, Mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), resmi memilih gabung dengan Partai Demokrat, setelah sebelumnya sempat berstatus sebagai kader PDI Perjuangan.

Sebelum masuk ke Demokrat, ada sejumlah partai yang secara langsung mengajak Isdianto untuk bergabung, diantaranya Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Read More

Setelah melakukan diskusi bersama rekan dan pihak keluarga, ditambah kakak kandungnya, Muhammad Sani yang merupakan mantan Gubernur Kepri juga, sekaligus seorang kader Partai Demokrat, akhirnya Isdianto mengaku pilih Demokrat untuk rumah politiknya.

Dikutip dari Antara, Isdianto menegaskan bahwa dirinya siap membesarkan Partai Demokrat di Kepulauan Riau. Ia mengatakan hal tersebut dengan tulus dan siap bekerja keras demi membangun bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi. Terutama, untuk para masyarakat yang berada di tempat ia berada sekarang.

Ketika disinggung isu mengenai dirinya akan memegang tongkat kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (PDP) Partai Demokrat menggantikan Bupati Kabupaten Bintan, Apri Sujadi, Isdianto enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Isdianto mengatakan bahwa, untuk saat ini semuanya bisa melihat saja terlebih dahulu. Apabila ia diberikan amanah oleh kader dan partai Demokrat, maka ia akan selalu siap dan melakukannya dengan maksimal. Dirinya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh.

Pernah Kalah di Pilkada 2020

Sosok Isdianto beberapa tahun ini, memang menjadi pusat perhatian publik. Isdianto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri periode 2016-2021, dilantik menjadi Gubernur Kepri oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada 27 Juli 2020.

Saat itu, dia menggantikan Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang ditangkap KPK, akibat kasus suap dana reklamasi.

Di Pilkada 2020, Isdianto kembali maju sebagai calon gubernur Kepri bersama wakilnya Suryani, yang merupakan seorang politisi PKS.

Isdianto saat itu berstatus sebagai nonpartai, karena telah keluar dari PDI Perjuangan. Pada pilkada tersebut, pasangan calon yang diusung partai Demokrat, Hanura dan PKS itu kalah dari pasangan calon nomor urut satu, yaitu Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment