Investor Ritel Mayoritas Serap Saham IPO Pengelola Lucy in The Sky

  • Whatsapp
Investor Ritel Mayoritas Serap Saham IPO Pengelola Lucy in The Sky

Hercules99 –¬†Saham, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk atau dikenal sebagai pengelola Lucy in The Sky akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Mei 2021.

Pengelola Lucy in The Sky menawarkan 337.500.000 saham dengan nilai nominal Rp.100 dalam rangka penawaran umum perdana, atau Initial Public Offering (IPO).

Read More

Harga saham perdana yang ditetapkan adalah Rp.100, sehingga total dana yang diraup dari IPO sekitar Rp.33,75 miliar.  Perseroan telah menggelar masa penawaran umum pada 29 April 2021. Perseroan telah menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Andaru Tahir, Direktur Utama PT Lima Dua Lima Tiga menuturkan, saham yang ditawarkan saat masa penawaran awal mendapatkan respons yang sangat baik di tengah pandemi COVID-19. Mayoritas saham yang ditawarkan diserap oleh investor ritel.

Andaru menambahkan, rencana pencatatan saham juga masih sesuai jadwal. Perseroan akan mencatatkan saham perdana di BEI, pada 5 Mei 2021.

Perseroan akan menggunakan dana IPO untuk ekspansi usaha, seperti ke Bali, Bandung dan Surabaya.

Di tengah pandemi Covid-19, perseroan menghadapi berbagai macam tantangan. Namun, dengan konsep outlet semi outdoor dapat menjadi daya tarik bagi pelanggan.

Andaru menuturkan, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan, sehingga membuat pelanggan lebih nyaman di tempat semi outdoor dan outdoor.

Selain itu, perseroan juga menggelar program alokasi saham pegawai (program ESA) sebanyak 327.000 saham.

Rincian Dana Initial public Offering (IPO)

Sekitar 8,01 persen digunakan perseroan untuk pembayaran sewa gerai selama setahun yang terletak di SCBD dan dibayarkan kepada pihak ketiga sebesar Rp.2,24 miliar.

Sekitar 91,99 persen akan digunakan perseroan untuk kegiatan operasional seluruh gerai Perseroan mencakup, namun tidak terbatas pada pembayaran sewa selama setahun, pembayaran gaji karyawan, dan proses rekrutmen.

Kemudian, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai dan biaya-biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk tujuh gerai baru.

Sisanya, sekitar 8,2 persen akan digunakan untuk membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai SCBD sekitar Rp.2,5 miliar.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *