Masyumi ‘Reborn’: Kader Dilarang Tepuk Tangan dan Buat Rekening Bank Riba

  • Whatsapp
Masyumi ‘Reborn’ Kader Dilarang Tepuk Tangan dan Buat Rekening Bank Riba

Hercules99 – Politik, Masyumi ‘Reborn’ atau partai Masyumi telah menggelar rapat kembali. Ada banyak hal yang dibahas, mulai dari sorotan terhadap kasus km 50 tol Cikampek, larangan kader membuka rekening bank riba, hingga laporan tepuk tangan.

Orientasi dan Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi digelar di Hotel Balairung, Jalan Mataram Raya, Jakarta Timur, dan disiarkan pada kanal Youtube ‘Masyumi Memanggil’, Sabtu, 24 April 2021.

Read More

Ahmad Yani, Ketua Umum Partai Masyumi, mencapaikan kekecewaannya terhadap penanganan kasus Km 50 Tol Cikampek.

Dirinya tidak puas dengan rekomendasi Komnas HAM yang menyatakan peristiwa tersebut bukanlah kasus pelanggaran HAM berat.

Ahmad Yani: Jelas Merampas, Menghina, dan Memperkosa Hak Warga Negara

Ahmad Yani mengungkapkan, kasus Km 50 jelas sudah merampas, jelas menghina, memperkosan hak-hak sebagai warga negara yang berdaulat.

Bahkan, pihaknya pun merasa kecewa terhadap rekomendasi Komnas HAM. Mudah-mudahan pelaku HAM berat itu segera dapat diseret ke dalam pengadilan.

Abdullah Hehamahua, Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, kemudian berdiri di mimbar dan berbicara soal sejarah perjuangan politikus Islamis di awal kemerdekaan Indonesia.

Para tokoh islamis memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Abdullah mengklaim IJ Kasimo sebagai pemimpin partai Khatolik setuju dengan Islam sebagai dasar negara.

Abdullah mengatakan hal tersebut sambil mengacungkan telunjuknya ke atas. Ia lantas mengatakan dan menyebut nama Presiden Joko Widodo, bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, bahwa partai khatolik yang dipimpin oleh Kasimo pun setuju Islam menjadi dasar negara.

Selanjutnya, Abdullah Hehamahua melarang para kader Masyumi untuk bertepuk tangan, karena itu merupakan budaya dari Yahudi.

Para peserta rapat kemudian mengucap takbir. Terdengar pula suara tepuk tangan. Lantas, Abdullah segera mencegah kader Masyumi untuk bertepuk tangan.

Kemudian, Abdullah menyoroti persoalan ribaa. Ia mengatakan bahwa, riba sama saja dengan menzinai ibu sendiri. Maka, ia memerintahkan kepada semua kader Masyumi untuk tidak membuka rekening riba, sembari merekomendasikan sejumlah bank syariah.

Selain itu, dia juga berbicara soal kemungkinan-kemungkinan masa depan Indonesia. Bisa saja kepulauan Indonesia tenggelam oleh dinamika alamiah. Bisa pula daerah-daerah di Indonesia lepas dan merdeka sendiri.

Dirinya menyoroti provinsi Papua dan Papua Barat yang disebut sebagai daerah termiskin di Indonesia. Kemiskinannya disebut mencapai 30,2 persen.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *