KSL: KRI Nanggala 402 Terbelah Jadi 3 dan 53 Awak Kapal Dinyatakan Gugur

  • Whatsapp
KSL KRI Nanggala 402 Terbelah Jadi 3 dan 53 Awak Kapal Dinyatakan Gugur

Hercules99 – Berita, KSAL atau Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, menyatakan kondisi kapal KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian. Terdapat bagian yang terlepas dari badan utamaa kapal.

Yudo menjelaskan terdapat bagian belakang kapal tak berbadan tekan, selanjutnya kemudi horizontal serta vertikal.

Read More

Menurut Yudo, informasi terbelahnya kapal didapat berdasarkan pantauan KRI Rigel. Mulanya, pada Minggu (25/4) pukul 01.00 WITA, KRI Rigel yang berhasil mendapat kontak bawah air yang signifikan di sekitar posisi pertama tenggelamnya KRI Nanggala.

Kontak didapat pada kedalaman 800 meter. Yudo mengatakan, karena kemampuan ROV KRI Rigel terbatas, data-data tersebut kemudian diserahkan kepada MV Swift Rescue milik Singapura.

Swift Rescue selanjutnya menurunkan ROV guna menindaklanjuti kontak bawah air laut yang diberikan KRI Rigel.

Pada pukul 09.04 WITA, ROV Singapura dapat kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur, tepatnya dari datum satu tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan, pada kedalaman 838 meter terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala.

Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal KRI Nanggala Dinyatakan Gugur

Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto, menyatakan seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 yang berjumlah 53 orang dipastikan meninggal dunia. Hal ini diketahui berdasarkan hasil citra bawah air, secara visual menggunakan kamera.

Hadi menuturkan bagian dari KRI Nanggala yang meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, hingga baju keselamatan awak kapal MK 11 telah ditemukan.

Hadi menjelaskan bahwa KRI Nanggala sebelumnya telah dinyatakan sub sunk atau tenggelam.

Ia menyatakan, tim satgas SAR telah mengerahkan seluruh kemampuan sejak Sabtu (24/4) malam untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala.

Kemudian, KRI Rigel melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi menggunakan magnetometer.

Diketahui, setelah empat hari pencarian intensif, kemarin Sabtu (24/4), sejumlah benda berhasil ditemukan di dekat lokasi tumpahan minyak.

Antara lain pelurus torpedo, pipa pendingin dengan tulisan Korea Selatan, alas yang dipakai oleh ABK untuk beribadah, solar hingga pelumasan untuk naik turun periskop kapal selam.

Selain itu, ditemukan juga sponge untuk menahan panas di dalam lambung kapal, sehingga tidak terjadi kondensasi.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *