Riza Patria: Lakukan Mudik Secara Virtual

  • Whatsapp
Riza Patria Lakukan Mudik Secara Virtual

Hercules99 – Berita, Ahmad Riza Patria atau dikenal dengan sapaan Ariza, wakil Gubernur DKI Jakarta ini meminta mayarakat untuk menahan diri dari mudik pada lebaran tahun 2021 ini.

Menurutnya, masyarakat atau warga Jakarta, khususnya bisa tetap bercengkrama bersama keluarga masing-masing lewat mudik virtual.

Read More

Ia menuturkan, masalah lebaran bisa dilakukan secara online, virtual di medsos dan lain-lain. Hal itu tentu tidak akan mengurangi makna dan arti. Nanti, pada waktunya, jika sudah bebas dari covid-19, maka bisa kembali ke kampung halamaan bersama keluarga.

Larangan mudik tahun ini, tambah Ariza, merupakan bentuk antisipasi dari pemerintah guna menghalau penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Ia mengakui secara tradisi budaya mudik amat baik, namun di tengah pandemi seperti ini, masyarakat diminta memahami, bahwa larangan mudik tak lebih bertujuan demi kebaikan.

Ia memaparkan bahwa pandemi di Indonesia sudah hampir dua tahun. Lantas, ia menegaskan bahwa bukan mudik tidak baik, melainkan mudik baik menjadi sebuah budaya, kultur, tradisi budaya, kepada kedua orangtua atau keluarga lain di kampung.

Naamun, ia mengatakan bahwa jangan sampai kecintaan yang dimiliki menodai acara hari raya idul fitri, akibat covid-19.

Ariza juga mengatakan bahwa, guna mencegah penularan covid-19, masyarakat diminta untuk terus mematuhi protokol kesehatan, termasuk menerapkan 3M.

Lakukan Penerapan Prokes Layaknya Ibadah

Bahkan, ia meminta 3M diterapkan layaknya sebuah ibadah di mana menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

Ariza meminta seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol 3M sebagai sebuah kebutuhan, sebagaimana hari hari kita minum, makan, beribadah, pakai baju, gogok gigi dan kebutuhan lain yang dikerjakan.

Ia mengingatkan kendati telah ada vaksin covid-19, masyarakat diminta tak lengah dalam mencegah penularan virus asal Wuhan, China.

Ia berharap supaya lonjakan kasus covid-19 imbas euforia vaksinasi yang terjadi di negara lain, taak dijiplak oleh negara Indonesia.

“Jangan sampai terjadi di beberapa banyak negara kita ketahui sekalipun ada vaksin. Ada euforia, kemudian menjadi pelonggaran, akhirnya sekarang di banyak negara, terjadi lonjakan yang signifikan dengan jumlah kematian. Sehingga, mudah-mudahan ini tidak terjadi di Jakarta, tentunya Indonesia.”

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *