Aset Keuangan Syariah Berhasil Naik Per Februari 2021, Tembus Rp1836 T

  • Whatsapp
Aset Keuangan Syariah Berhasil Naik Per Februari 2021, Tembus Rp1836 T

Hercules99 – Ekonomi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mencatat total aset yang dimiliki keuangan syariah Indonesia mencapai Rp.1.836 triliun per Februari 2021. Angka tersebut meningkat dari posisi Desember 2020 sebesar Rp.1.803 triliun.

Walau demikian, market share keuangan syariah masih berada di angka 9,96 persen. Menurut Wimboh, hal itu menunjukkan masih rendahnya penetrasi industri jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional.

Read More

Dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan, pada Jumat, 23 April 2021, Wimboh mengatakan jangan dulu berbangga terhadap kenaikan tersebut. Hal itu dikarenakan masih perlu lompatan yang dituangkan dalam roadmap.

Untuk itu, dalam strateginya sudah clear bahwa roadmap akan mendorong lembaganya agar bisa berkompetisi.

Sejumlah Strategi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Wimboh menurutkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merumuskan sejumlah strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar dapat bersaing dengan konvensional.

Pertama, memperkuat lembaga dan keuangan syariah melalui peningkatan permodalan dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diketahui karena industri keuangan syariah dihadapi pada persoalan tingkat permodalan yang terbatas, di mana 6 dari 12 bank syariah memiliki modal inti di bawah Rp.2 triliun.

Kedua, integrasi ekosistem keuangan syariah dengan ekosistem digital. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan competitiveness produk dan layanan keuangan syariah.

Di samping itu, integrasi tersebut juga mempermudah diferensiasi model bisnis atau produk syariah masih terbatas.

Seperti diketahui, sejauh ini produk keuangan syariah terdiri dari saham syariah, sukuk korporasi, reksa dana syariah, surat berharga negara (SBN), asuransi syariah, dan pembiayaan syariah.

Ia menurutkan, masyarakat belum sepenuhnya memilih produk syariah mungkin salah satunya, produknya tidak ada, adanya di industri jasa keuangan non-syariah, atau syariah bisa saja lebih mahal dan mungkin kualitasnya kalah bagus.

Ketiga, peningkatan literasi keuangan syariah melalui program edukasi dan riset. Sebab, tutur Wimboh, hingga saat ini literasi keuangan syariah masih rendah, yakni 8,93 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan syariah masih di angka 9,10 persen.

Hal ini jauh di bawah indeks literasi keuangan nasional yang mencapai angka 38,03 persen dan tingkat inklusi keuangan nasional yang sebesar 76,19 persen.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *