Pelaku Teror Anak Bupati Brebes Ngamuk Hingga Serang polisi

  • Whatsapp
Pelaku Teror Anak Bupati Brebes Ngamuk Hingga Serang polisi

Hercules99 – Kriminal, Aparat Kepolisian Resor Brebes, Jawa Tengah, berhasil ungkap kasus pelaku teror anak bupati Brebes berinisial EN, sekaligus membekuk pelaku inisial ZR (34) dan SS (26), warga kota Bandung, Jawa Barat.

Selain amankan tersangka, AKBP Gatot Yulianto, Kapolres Polres Brebes mengatakan dalam acara konferensi pers di Brebes, pada Senin, kini pihaknya sudah menyita barang bukti, yakni senjata tajam, beberapa pelat nomor mobil, mobil Honda HRV, alat pengisap, hingga sabu-sabu seberat 8,7 gram.

Read More

Kronologis Kejadian, Mobil Anak Bupati Diikuti Orang Tak Dikenal

Kasus ini berawal saat pelaku membuntuti dan menghentikan mobil yang dikemudikan oleh putri Bupati Brebes Idza Priyanti, yaitu EN, saat hendak pulang dari kota Tegal, Ahad (18/4).

Saat itu, tutur dia, sekitar pukul 7 malam WIB, EN mengendarai mobil Honda CRV warna hitam dan dipepet oleh orang yang tidak dikenal, kemudian diberhentikan, dan pelaku tersebut mengatakan, bahwa mobil yang dikendarai EN mengalami masalah.

EN yang tidak terima diperlakukan seperti itu, lantas masuk kembali ke dalam mobil. Lalu, ia menuju Polres Brebes untuk membuat laporan polisi atas teror yang ia alami.

Tak Mau Ditangkap, Pelaku Berani Serang Polisi

Namun, pelaku juga mengikuti ke Polres dan mengadu ke tempat Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT.

Ketika ditanya identitas dan maksudnya, justru pelaku alias Zaki Rahman malah marah dan mengamuk, lalu menantang anggota SPKT, sehingga Kapolres Brebes memerintahkan anggotanya untuk segera menutup pintu gerbang polres agar pelaku tidak bisa melarikan diri.

Sayangnya, ketika mobilnya hendak digeledah, pelaku langsung kabur menerobos pintu gerbang polres hingga jebol.

Waktu itu juga, polisi langsung mengejar pelaku hingga mobil yang dikemudikan Zaki Rahman dihentikan sekaligus digeledah oleh petugas.

saat penggeledahan tersebut, polisi menemukan senjata tajam, pelat nomor mobil, dan sabu-sabu seberat 8,7 gram.

Ketika pelaku hendak ditangkap, Gatot mengatakan, mereka melakukan perlawanan dan menggunakan senjata tajam, sehingga polisi langsung menembak kaki pelaku.

Pelaku akan disangka dengan Undang Undang Darurat dan perusakan dengan ancaman hukuman 20 tahun, serta kepemilikan narkoba dengan ancaman 20 tahun penjara.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *