Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali, Kode Peremajaan Alutsista?

  • Whatsapp
Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali, Kode Peremajaan Alutsista

Hercules99 – Berita, Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan utara Pulau Bali, Rabu 21 April 2021 waktu shubuh. Kapal selam milik TNI AL itu telah hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo.

Posisi terakhir kapal selam berusia 40 tahun itu berada di 50 mil atau 95 kilometer utara dari Pulau Bali. TNI pun segera mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402.

Read More

TNI mengirimkan distress call ke International Submarine Escape and Rescue Laison Office untuk melaporkan, bahwa kapal selam telah hilang. TNI juga meminta bantuan negara sahabat untuk mencari KRI Nanggala-402 beserta 53 awaknya.

Saat ini, alat utama sistem persenjataan alias alutsista TNI yang tengah melakukan pencarian terdiri dari lima KRI, diantaranya KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724, dan 1 helikopter TNI AL Helly Panther.

Aksi Negara Sahabat

Kini, Singapura telah mengirimkan kapal SSRV MV Swift Rescue yang memiliki kemampuan penyelamatan terhadap kapal selam yang mengalami kendala bawah air.

Kapal milik angkatatan laut Singapura ini diperkirakan akan tiba di lokasi pada Sabtu, 24 April 2021. Sementara, Malaysia dengan kapal Rescue Mega Bakti akan tiba pada Senin, 26 April 2021.

Pemerintah Segera Lakukan Peremajaan Alutsista

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, saat ini pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 sedang dilakukan secara intensif.

Dia menyatakan, insiden ini memperlihatkan bahwa pertahanan negara merupakan suatu pekerjaan rumit. Sebab itu memerlukan teknologi yang amat tinggi, profesionalitas, dan mengandung unsur berbahaya.

Tidak hanya itu, mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menyatakan bahwa, TNI harus dalam keadaan siap di segala kondisi tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan latihan yang kuat, walaupun mengandung bahaya.

Di sisi lain, Prabowo menyatakan bahwa Kemhan bersama TNI sedang menyusun masterplan untuk melaksanakan modernisasi alutsista. Hal tersebut seiring dengan perintah Presiden Joko Widodo agar bisa memiliki pertahanan negara yang lebih baik.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *