Singgung Penurunan Demokrasi di Indonesia, AHY: Banyak yang Merasa Takut

  • Whatsapp
Singgung Penurunan Demokrasi di Indonesia, AHY Banyak yang Merasa Takut

Hercules99 – Kriminal, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, menyinggung secara umum telah terjadi penurunan indeks demokrasi di Indonesia. Menurutnya, hal ini berdasarkan acuan dari data lembaga The Economist Intelligence Unit.

Pernyataan itu disampaikan oleh AHY sendiri dalam webinar berjudul ‘Membangun Integritas Generasi Penerus Bangsa: Menghadapi Dinamika Kehidupan Berpolitik’, pada Sabtu, 17 April 2021.

Read More

Ia mengatakan, secara umum terjadinya penurunan demokrasi di Indonesia, itu yang membuat Indonesia dianggap berada di angka terendah dalam 14 tahun terakhir, dilihat dari aspek demokrasi.

Menurut pria yang baru-baru ini mengalami konflik dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko itu menjelaskan, penurunan demokrasi disebabkan oleh praktik-praktik tertentu yang melukai perasaan masyarakat, terutama dalam mengekspresikan dirinya.

AHY menuturkan, masyarakat banyak yang merasa takut, merasa suaranya dibungkam, hingga tak bisa mengekspresikan pendapat, dan masih banyak lagi.

Tentu, hal tersebut menjadi salah satu pemicu Indonesia mengalami penurunan demokrasi, padahal negara Indonesia menganut sistem demokrasi, sejak mulai menjadi negara merdeka.

AHY Klaim Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Agus Harimurti Yudhoyono mengklaim bahwa telah trejadi penurunan demokrasi di Indonesia, bahka lebih rendah daripada negara-negara lain yang menganut sistem demokrasi.

Padahal, kata dia, Indonesia seharusnya menjadi contoh bagi negara demokrasi lain, paling tidak di kawasan Asia Tenggara.

6 Faktor Penyebab Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun

Pertama, korupsi dan ketertutupan menjadi praktik yang meluas, sedangkan lembaga anti korupsi malah dilemahkan.

Kedua, ancaman kebebasan berekspresi semakin terang-terangan, baik dari negara maupun masyarakatnya sendiri.

Ketiga, kebebasan berorganisasi cenderung mengalami regresi.

Keempat, kebebasan dan independensi media semakin rentan, karena terdampak adanya pemusatan kepemilikan dan intervensi kekuasaan.

Kelima, penegakkan hukum nyaris tak mengalami kemajuan dari sejak dulu, hingga sekarang.

Terakhir, teknologi komunikasi digital bantu atasi jarak, tetapi relatif gagal menghasilkan progresifitas.

Keenam faktor tersebut harus bisa diselesaikan, bahkan dibasmi hingga ke akarnya agar Indonesia kembali bangkit menjadi negara demokrasi sesuai artiannya.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *