Dirjen Eko: Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Bukan polisi

  • Whatsapp
Dirjen Eko Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Bukan polisi

Hercules99 – Kriminal, Irjen Pol Eko Indra Heri S, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, menjelaskan bahwa seorang pria yang videonya viral, diduga aniaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kamis siang (15/4), bukanlah anggota Polri sebagaimana informasi beredar.

Pada Sabtu (17/4), Eko mengungkapkan, setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka JT, penganiaya Cr perawat RS Siloam, ternyata tersangka bukanlah polisi, melainkan warga sipil biasa.

Read More

Dia menjelaskan, JT adalah orangtua pasien yang diduga menganiaya Cr, perawat RS Siloam Palembang.

JT mengaku bahwa dirinya seorang polisi, namun setelah ditangkap, barulah terungkap bahwa identitasnya adalah warga sipil biasa yang berprofesi sebagai pedagang suku cadang kendaraan motor.

Tersangka ditangkap oleh tim Polrestabes Palembang di rumahnya, yaitu di wilayah Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Jumat malam, tanpa perlawanan.

Kombes pol Irvan Prawira, Kepala Polrestabes Palembang menyatakan bahwa, Jason Tjakrawinata alias JT (38) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, setelah menjalani pemeriksaan.

Tersangka kini ditahan dan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu terkait penganiayaan dan perusakan barang, sesuai Pasal 351 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan, karena menganiaya perawat dan merusak gawai milik perawat lainnya.

Perawat Cr Alami Memar di Perut dan Wajah

Sebelumnya, Borna Fernando, Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya, telah meminta aparat kepolisian untuk memproses orangtua pasien yang diduga menganiaya perawatnya sesuai ketentuan hukum.

Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya, Tata menambahkan, perawat Cr alami memar di perut dan wajah, akibat penganiayaan tersebut.

Kronologi Penganiayaan Kepada Perawat RS Siloam Palembang

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 15 April 2021, pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, anak JT sedang dirawat di RS ini, lalu sudah dibolehkan untuk pulang. Lalu, perawat Cr mencabut selang infus dari tangan pasien.

Pasien ini merupakan anak berusia dua tahun, dimana ia sedang aktif-aktifnya. Tiba-tiba bekas infusnya mengeluarkan darah, ketika sedang digendong oleh ibunya.

Melihat tangan pasien berdarah, perawat langsung mengganti plester, sembari menghentikan pendarahan. Namun, hal itu dilaporkan oleh sang istri kepada JT, hingga JT yang ada di luar RS masuk ke dalam, kemudian menghantam perawat dengan penuh emosi.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *