Parah, Oknum Kepsek Diduga Cabuli 6 Siswi SD di Medan

  • Whatsapp
Parah, Oknum Kepsek Diduga Cabuli 6 Siswi SD di Medan

Hercules99 – Kriminal, Oknum Kepsek alias Kepala Sekolah di kota Medan, berinisial BS diduga melakukan tindakan asusila terhadap 6 orang siswinya, dimana hal ini dilakukan secara bergantian. Kini orangtua siswi yang menjadi korban telah melaporkan hal tersebut kepada Polda Sumut.

Pada Jumat, 16 April 2021, Ranto Sibarani, kuasa hukum korban memohon kepada Polda Sumut bagian Renakta untuk segera memproses laporan korban pelecehan dengan segera.

Read More

Sebab, saat ini korban sudah lebih dari satu, serta para korban itu dibawa ke sebuah hotel selama beberapa kali, hingga mereka sendiri bahkan mengingat nama hotel tersebut.

Disuguhi Film Porno, Hingga Firman Tuhan

Kasus ini, diketahui berawal dari dua orang siswi bernama Mawar dan Melati (bukan nama sebenarnya) mendapatkan perlakuan seksual, pada 12 Maret 2021, lalu melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orangtua masing-masing.

Setelah itu, BS membuat surat perjanjian pada 30 Maret 2021. Saat menjalani aksinya, Ranto mengungkapkan, bahwa BS akan memanggil satu persatu korbannya secara bergantian ke ruang kerja, rumah, hingga hotel.

Para korban disuguhi film porno, hingga menyampaikan firman Tuhan kepada korban. Parahnya, saat di hotel, pelaku menyuruh para korban untuk melakukan oral seks.

Lalu, Ranto menemani orangtua korban untuk membuat laporan ke Polda Sumut,pada Kamis 1 April 2021. Hingga saat ini, Ranto mengatakan bahwa BS belum juga diringkus oleh pihak kepolisian. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi para korban lainnya.

Ranto: Jangan Sampai Ada Korban Lagi Di Masa Depan

Ranto menyayangkan sikap dari seorang kepala sekolah yang melakukan tindakan asusila tersebut.

Sebab, sekolah merupakan salah satu tempat yang aman bagi anak dari tindakan kejahatan. Menurut laporan, rata-rata korban sudah berusia antara 11 sampai 12 tahun dan masih duduk dibangku sekolah kelas 4 dan 5.

Sementara itu, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, membenarkan bahwa korban sudah membuat laporan ke Polda Sumut.

Kini, pihak Kepolisian sudah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *