Rasain, Spesialis Copet Halte Bus Transjakarta Ini Akhirnya Ditangkap

  • Whatsapp
Rasain, Spesialis Copet Halte Bus Transjakarta Ini Akhirnya Ditangkap

Hercules99 – Kriminal, Kombes Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan bahwa, polisi berhasil menangkap spesialis copet yang kerap beraksi di halte bus Transjakarta.

Dalam kasus itu, polisi sudah membekuk satu pelaku, sementara satu lainnya masih dalam proses pengejaran tim.

Read More

Saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat, 16 April 2021, Yusri mengungkapkan bahwa NY alias R sudah ditangkap dan dibekukan dalam penjara. Sementara tersangka satu lagi, yaitu inisial A masih dalam pengejaran oleh tim.

Modus Pelaku Copet Halte Bus Transjakarta

Alumnus Akpol 1991 ini membeberkan terkait modus yang dilakukan oleh pelaku saat melakukan aksinya.

Awalnya, kata dia, pelaku terlebih dahulu mencari korban yang ada di sekitaran halte bus Transjakarta. Ketika berhasil mendapatkan korban yang tepat, maka pelaku langsung melancarkan aksi pencopetannya tersebut.

Kedua pelaku tersebut membagikan tugas masing-masing dengan rapi. Satu pelaku bertugas sebagai pengalih perhatian, lalu satu lagi bertugas melakukan aksi pencopetan.

Kasus ini mulai terungkap saat salah satu penumpang Transjakarta, yang merupakan korban pencopetan melakukan pengaduan.

Selanjutnya, polisi pun melakukan penyamaran dan berhasil menangkap NY di Shelter TransJ Semanggi, pada 15 April 2021.

Atas perbuatannya itu, pelaku mendapatkan jeratan Pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dua Pencopet Viral di Medsos, Kini Berhasil Diamankan Polisi

Tak hanya spesialis copet di halte bus Tranjakarta yang sudah berhasil diamankan, Polda Metro Jaya juga telah berhasil meringkus dua pencopet viral di medsos.

Kasus ini sebenarnya sudah direkam pada 5 November 2019 di Car Free Day (CFD) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Namun, polisi tak diam saja, lantas turun tangan untuk menangkap pelaku.

Kini, dua orang pelaku berinisial DJ (30) serta P (34) sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Saat pemeriksaan dua tersangka ini, polisi menemukan fakta bahwa tersangka beraksi dengan kelompok berjumlah empat orang yang memiliki peran berbeda-beda.

Setiap tersangka ada yang berperan untuk menghalangi korban, mengalihkan perhatian, serta mengambil ponsel milik korban.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, dua tersangka lainnya sudah diamankan di lembaga permasyarakatan karena terlibat tindak kejahatan lain.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *