Promo Belanja Online Besar-Besaran Jelang Lebaran 2021, Jangan Lupa Siapkan Budget

  • Whatsapp
Promo Belanja Online Besar-Besaran Jelang Lebaran 2021, Jangan Lupa Siapkan Budget

Hercules99 – Ekonomi, Bank Indonesia memperkirakan akan ada peningkatan transaksi e-commerce jelang hari raya Idul Fitri tahun ini.

Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, mengaku telah mendapat beberapa informasi terkait peningkatan transaksi di e-commerce bulan depan.

Read More

Fili, sapaannya, bulan depan akan ada program Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2021 (5.5) di berbagai e-commerce.

Masing-masing platform digital sudah mulai mempersiapkan berbagai promosi untuk menarik perhatian masyarakat.

Beberapa promo itu antara lain, Tokopedia dengan promo gratis ongkir menggunakan Go-Send. Lalu ada Shopee dengan program Goyang Berkah 10 Miliar. Kemudian, Blibli dengan program festival ramadhan. Serta Lazada dengan program Lazada Amanah.

Beragam program yang tersedia itu, kata Fili akan meningkatkan transaksi digital banking, internet banking, hingga SMS banking.

Peningkatan yang sama diperkirakan akan terjadi seperti menjelang perayaan natal serta tahun baru kelak.

Tahun lalu, Bank Indonesia mencatat peningkatan digital banking secara volume, yaitu sebesar 41 persen. Sedangkan secara nominal meningkat hingga 2,7 persen. Kondisi yang sama juga diperkirakan akan terjadi pada musim lebaran tahun ini.

Ketentuan ‘Bakar Uang’ Bikin Pemilik Bisnis Online Tak Bisa Asal-Asalan Kasih Diskon

Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan (Mendag) menegaskan bahwa pemerintah akan mewujudkan perdagangan yang adil serta bermanfaat di Indonesia. Salah satunya dengan mengatur ketentuan ‘bakar uang’ di layanan e-commerce atau situs belanja online.

Lutfi menjelaskan, pemerintah tidak ingin diskon yang ada di platform e-commerce merusak harga standar pasar, sehingga bisa merusak persaingan, bahkan merugikan para pelaku usaha.

Jangan sampai diskon menjadi alasan, padahal kenyataannya yang dilakukan adalah predatory pricing.

Ia juga mengungkapkan bahwa ini bukanlah sebuah bentuk proteksionisme, karena hal itu akan merugikan negara.

Sebaliknya, hal ini dilakukan untuk tujuan memperbaiki perdagangan agar terjadi pertukaran yang baik antara penjual dan pembeli.

Sebenarnya, diskon bukanlah hal tabu di dalam perdagangan, tapi kalau niatnya menghancurkan itu sama sekali tidak boleh. Jadi, kalau ingin memberikan diskon tentu saja boleh, asalkan tidak boleh bakar uang untuk menghancurkan kompetisi.

Sementara itu, untuk membuat perdagangan yang adil dan bermanfat, Lutfi menargetkan kemendag akan merilis peraturan terkait di pertengahan Maret 2021. Ini juga menyangkut soal predatory pricing yang selalu ada di bidang bisnis penjualan.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *