Perhatikan Hal-Hal Ini Biar Gak Tertipu Fintech dan Investasi Ilegal

  • Whatsapp
Perhatikan Hal-Hal Ini Biar Gak Tertipu Fintech dan Investasi Ilegal

Hercules99 – Ekonomi, Tirta Segara, Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meminta masyarakat untuk cermat dalam mengajukan pinjaman online atau berinvestasi.

Salah satunya dengan memastikan aspek legalitas, perusahaan serta bisnis yang dimilikinya dengan logis.

Read More

Legalitas yang dimaksud Tirta merupakan izin dari lembaga yang berwenang. OJK banyak menemukan perusahaan ilegal menggunakan izin tak sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

Dia mencontohkan bahwa ada perusahaan sektor jasa keuangan yang menggunakan izin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau TDP (Tanda Daftar Perusahaan) sebagai landasan aspek legalitas.

Padahal, dua perizinan itu hanya digunakan untuk sektor perdagangan atau jual beli barang serta jasa saja. Jadi, tidak berlaku untuk sektor jasa keuangan.

Selain itu, aspek logis dalam model bisnis juga harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Sebab, salah satu investasi ilegal menjanjikan keuntungan besar yang tidak wajar dan dalam waktu singkat.

Tirta juga menjelaskan, investasi legal tidak akan menawarkan keuntungan dengan persentase tinggi. Bila inflasi masih terjaga di bawah 3 persen, maka investasi emas berada pada kisaran 6-7 persen.

Jadi, imbal hasil dari investasi legal memiliki persentase yang tidak jauh berbeda. Apalagi kalau ada investasi yang menawarkan tanpa resiko, masyarakat perlu curiga dan hati-hati.

3 Hal Ini Buat Masyarakat Mudah Tergoda Fintech Ilegal

Kholis Amhar, Vice President Digital Banking Development and Operation Divison Bank Rakyat Indonesia, memaparkan tiga faktor pemicu masyarakat jadi mudah tergoda oleh Fintech Ilegal.

Pertama, pemasaran fintech masih dilakukan di seluruh media sosial, lalu menyediakan solusi dari server luar negeri.

Kemudian, faktor kedua ialah kebutuhan masyarakat yang meningkat pesat di tengah pandemi virus corona. Sementara di sisi lain, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Selanjutnya, faktor ketiga terkait literasi keuangan yang minim, namun penetrasi internet cukup tinggi. Penetrasi terus dilakukan fintech ilegal dengan menampilkan iklan yang cukup menggiurkan.

Iklan dari fintech ilegal salah satunya adalah menawarkan pinjaman dengan persyaratan mudah serta cepat cair hanya dalam beberapa menit saja.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *