Bejat, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Tirinya Saat Tidur

  • Whatsapp
Bejat, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Tirinya Saat Tidur

Hercules99 –¬†Kriminal,¬†Seorang pria berinisial JP (45) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat harus merasakan dinginnya jeruji besi karena diduga telah mencabuli anak tirinya sendiri.

Kasat Reskrim AKP Ardiansyah Rolindo Putra, pada Minggu (11/4) mengatakan bahwa saat ini kasus itu masih dalam tahap pengembangan. Pelaku berhasil diamankan pada hari Jumat, 9 April 2021.

Read More

Ia menjelaskan perbuatan cabul terhadap anak tirinya dilakukan oleh pelaku JP, pada 22 Maret 2021 lalu, di malam hari. ketika itu, korban atau anak tirinya sedang tertidur pulas.

Ardiansyah mengungkapkan bahwa pelaku dengan sengaja masuk ke kamar korban, lalu melakukan aksi cabulnya disana.

Menurut Kasat Reskrim, terduga pelaku ini masih bagian dari keluarga korban. Ia merupakan ayah tiri dari korban, sehingga JP memiliki keleluasaan untuk masuk ke kamar anak tirinya.

Kasat Reskrim menjelaskan, bahwa saat ini masih melakukan pendalam terhadap pelaku.

Saat ini, pelaku meringkuk di tahanan Polres Padang Pariaman akibat kelakukan bejatnya. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kasus pencabulan tersebut.

Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres dan masih dalam penyidikan lebih lanjut. Ia berharap, kasus seperti ini tidak pernah terjadi lagi.

Kebanyakan Kekerasan Seksual Dilakukan Oleh Orang Terdekat

Dr Jendrius, seorang pengamat sosial dari Universitas Andalas mengungkapkan bahwa kejadian pelecehan seksual atau pencabulan terjadi karena sejumlah faktor.

Salah satunya adalah, kurangnya kontrol sosial dari masyarakat sekitar, keluarga, tetangga, teman, sampai orang yang tinggal di lingkungan tersebut tidak memiliki kepedulian sosial terhadap apa yang sedang terjadi.

Dr Jendrius mengatakan bahwa kurangnya kepedulian dan kontrol sosial dari lingkungan ditunjukkan dari sejumlah kasus, dimana pelakunya adalah orang-orang yang berada dekat dengan korban.

Ketika seharusnya korban berada dalam lingkaran zona aman, ia lantas sebaliknya karena mereka malah jadi korban dari orang yang harusnya melindunginya.

Kasus seperti ini memang sangat miris dan tidak bisa dibiarkan karena akan membuat mental sang anak atau korban menjadi down, bahkan trauma berkepanjangan.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment