Duo Sejoli Maling di Bitung, Rela Tinggal di Kuburan Lantaran Takut Polisi

  • Whatsapp
Duo Sejoli Maling di Bitung, Rela Tinggal di Kuburan Lantaran Takut Polisi

Hercules99 – Kriminal, Tim Resmob Satreskrim Polres Bitung berhasil mengamankan pasangan, YP alias Anes (25) dan AM alias Ayu (20). Keduanya merupakan warga Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Pasangan tak resmi itu merupakan pencuri spesialis barang elektronik (curanik), dan berhasil diamankan polisi pada Kamis (8/4).

Read More

Berdasarkan laporan yang masuk di Polres Bitung, duo sejoli Anes dan Ayu sering beraksi di sejumlah wilayah kota Bitung. Salah satunya di rumah korban bernama Finy Meilin Dohanis, warga Pakadoodan, Maesa, Bitung, pada Rabu (1/3/2021), sekitar pukul 02.00 WITA.

Pasangan tak resmi itu mencuri dua buah ponsel milik Finy, yakni Vivo Y12 warna biru dan Realmi 5i berwarna hijau. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp.4 juta.

Kronologis Pencurian

Ketika sedang beraksi, kedua pelaku langsung berbagi perannya. Anes berperan sebagai eksekutor, sementara Ayu menunggu di luar rumah korban sambil memantau situasi sekitar TKP (Tempat Kejadian Peristiwa).

Dini hari itu, Anes masuk lewat jendela sebelah kiri ruang tamu yang tidak terkunci. Lalu, menggasak dua ponsel tersebut yang sedang di charge di atas meja.

Sejurus kemudian, Anes keluar lewat jendela yang sama. Kemudian, memberikan dua ponsel curian tersebut kepada Ayu. Setelah selesai, keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Keesokan harinya, Ayu menjual ponsel Vivo Y12 kepada seorang pria berinisial AH, seharga Rp.400 ribu. Sedangkan ponsel Realmi dipakai oleh Anes. Untuk ponsel Vivo serta uang hasil penjualan sudah disita. Tetapi, Realmi sudah rusak berat akibat Anes mengalami kecelakaan.

Terpaksa Tidur di Makam

Lantaran takut di kejar polisi, duo sejoli ini rela tidur di lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aertembaga Dua. Selain itu, mereka sering berpindah-pindah TPU yang berada di Bitung Barat.

Saat penangkapan, tersangka Anes terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas karena berusaha melarikan diri dan melawan saat hendak diamankan.

Dalam pengembangannya, tim juga berhasil mengungkap lima TKP lainnya di wilayah Kota Bitung. Diantaranya, Wangurer Barat, Wangurer Utara, Wangurer Timur, Girian Permai, hingga Sagerat Weru Dua.

Hasil dari pengembangan itu pun, tim mengamankan total barang bukti berupa 20 buah ponsel berbagai merek, 1 buah notebook (laptop) merek toshiba, hingga uang tunai hasil penjualan ponsel Vivo sebesar Rp.400 ribu, serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi.

Diduga kuat, sepeda motor tanpa nomor polisi itu dibeli oleh tersangka oleh hasil penjualan ponsel lainnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, sesuai laporan dan informasi dari Polres Bitung, kedua tersangka selalu beraksi bersama-sama sejak tahun 2018.

Bahkan, tersangka Anes pernah terlibat kasus asusila dan menjalani hukuman penjara selama 2,5 tahun.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *