Sejumlah Sentimen Penggerak IHSG dan Proyeksi Pekan Depan

  • Whatsapp
Sejumlah Sentimen Penggerak IHSG dan Proyeksi Pekan Depan

Hercules99 – Saham, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan pada Jumat, 9 April 2021 ditutup melemah 0,02 persen di level 6.070.

Walau begitu, transaksi perdagangan IHSG kemarin cukup ramai, jika dibandingkan dengan rata-rata volume selama 5 hari perdagangan.

Read More

Regina Fawziah, Analis Erdikha Elit Sekuritas menjelaskan bahwa, sektor yang mengalami pelemahan terdalam terjadi pada sektor pertambangan sebesar -2,3 persen dan basic industry turun sebesar 1,25 persen.

Sedangkan, sektor yang mengalami kenaikan tertinggi terjadi di sektor keuangan yang naik 0,7 persen, serta sektor perdagangan naik 0,4 persen.

Beberapa Sentimen Pengaruh Pergerakan IHSG

Pada Senin, 12 April 2021 mendatang, Regina menjelaskan bahwa IHSG masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat di range pergerakan 6.030 sampai 6.100.

Beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG, pada Jumat menurut Regina terdapat pada sentimen eksternal, seperti rilisnya data inflasi China.

Inflasi China secara YoY mengalami kenaikan dari sebelumnya -0,2 persen menjadi 0,4 persen. Sedangkan inflasi secara MoM mengalami penurunan -0,5% dari sebelumnya 0,6 persen.

Jadi, walaupun kemarin data PMI industri jasa di China cukup baik atau mengalami kenaikan, namun dilihat dari sisi konsumsi masyarakat cenderung masih rendah.

Selain sentimen China, ada juga sentimen dari IMF yang meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 5,5 persen menjadi 6 persen.

Angka itu mencerminkan bahwa IMF sudah optimis, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini dapat berjalan baik.

Lalu, dari domestik faktor yang mempengaruhi laju pergerakan IHSG pada hari ini adalah rilisnya data IKK atau Consumer Confidence yang mengalami kenaikan dari 85,8 persen menjadi 93,4 persen.

Angka itu cenderung lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, tetap masih di bawah 100 atau di bawah angka acuan untuk IKK Indonesia.

Artinya, saat ini tingkat kepercayaan konsumen masih rendah atau belum stabil. Hal ini seiring dengan masih adanya dampak pandemi yang menyebabkan angka kepercayaan konsumen dari April 2020 hingga Februari 2021 masih di bawah 100.

Sebagai informasi, untuk acuan angka IKK Indonesia, apabila berada di bawah 100, maka masyarakat pemisis dengan pertumbuhan ekonomi yang ada. Sebaliknya, jika berada di angka 100, maka bisa dikatakan optimis.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *