Buron dan Sudah Berkeluarga, Inilah Akhir Pelarian Pemerkosa Mahasiswi Purbalingga

  • Whatsapp
Buron dan Sudah Berkeluarga, Inilah Akhir Pelarian Pemerkosa Mahasiswi Purbalingga

Hercules99 – Kriminal, Jika ada yang berfikir bisa lolos dari jeratan hukum karena kasus sudah tertimbun beberapa tahun lalu, maka itu adalah anggapan keliru. Kini, kasus yang sudah terpendam 5 tahun lalu, terbukti tetap bisa di proses.

Hal ini seperti kasus pemerkosaan yang vonisnya sudah keluar lima tahun, namun terpidana masih belum menjalankan hukuman, akibat sering berpindah-pindah domisili.

Read More

Saat keberadaannya terdeteksi aparat kejaksaan purbalingga, ia langsung dijemput untuk menjalami masa hukuman sesuai vonis hakim.

Kasus pemerkosaan mahasiswi Purbalingga ini terjadi pada tahun 2014. Sepasang kekasih menjalin hubungan lebih dari sekedar pacaran, yaitu berhubungan intim.

Keduanya masih duduk di bangku kuliah saat kejadian itu terjadi. Terpidana berinisial AS (23), dan korban berinisial NB (17 tahun).

Tak hanya sekali dua kali berhubungan badan, AS pernah memaksa NB untuk berhubungan badan, bahkan disertai penganiayaan. Saat itu, NB tak berdaya ketika dirudapaksa.

Selepas peristiwa itu, NB merasa kesakitan, hingga ibunya membawa korban ke rumah sakit. Di rumah sakit itulah, NB menceritakan rudapaksa yang telah dilakukan kekasihnya.

Ibu gadis korban lantas melaporkan perilaku terpidana ke kepolisian. Kasus ini pun kemudian bergulir hingga masuk ke pengadilan.Ibu gadis korban lantas melaporkan perilaku terpidana ke kepolisian. Kasus ini pun kemudian bergulir hingga masuk ke pengadilan.

Pada 19 Maret 2015, Pengadilan Negeri Purbalingga memvonis AS dengan hukuman penjara selama 3 tahun, disertai denda 60 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Ia terbukti menyetubuhi anak di bawah umur.

Karena tak sesuai tuntutan, Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan banding. Tanggal 24 Juni 2015, hakim pada sidang banding menambah hukuman AS menjadi 4 tahun penjara.

Terpidana rudapaksa itu lantas mengambil langkah hukum lanjutan, yaitu kasasi. Namun, upayanya ditolak pengadilan. AS tetap divonis 4 tahun penjara.

Proses Penangkapan Pelaku Rudapaksa

Ketika putusan sidang keluar, pelaku rudapaksa yang semula tinggal di rumah kos purbalingga telah pindah domisili. Menurut keterangan keluarga, saat itu ia tengah bekerja di Kalimantan. Ini membuat jaksa tidak bisa mengeksekusi karena pihak keluarga tidak memiliki alamat keberadaannya.

Pada April 2021, Kejari Purbalingga menerima informasi bahwa AS kembali ke Bekasi. Lalu, aparat Kejari segera mengintai keberadaan AS.

Pada Kamis (8/4) pukul 21.30 WIB, Kejari menjemput AS di rumahnya, Vila Indah Permai. Awalnya, pemilik rumah tidak membuka pintu, setelah beberapa lama barulah pintu terbuka.

Saat penjemputan berlangsung, keluarga AS merasa terpukul, terutama ibunya. Apalagi kini AS sudah memiliki keluarga dengan seorang anak berusia 8 bulan.

Kini, AS mendekam di Rutan Purbalingga, ia menjalani hukuman penjara selama 4 tahun dikurangi masa tahanan selama proses hukum berlangsung.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *