Berhijab di Depan Kamera, Prilly Latuconsina Langsung Teringat Ibunda

  • Whatsapp
Berhijab di Depan Kamera, Prilly Latuconsina Langsung Teringat Ibunda

Hercules99 – Artis, Selama pandemi, produktivitas Prilly Latuconsina patut diacungi jempol. Setelah berhasil melahirkan serial My Lecturer My Husband, kini ia kembali dalam serial Ustad Milenial.

Di serial ini, Prilly berperan sebagai Khadijah. Karakter itu menuntut bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini untuk mengenakan hijab. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya ia memakai hijab di depan kamera. Lantas, Prilly pun berbagi kesan disini.

Read More

Bintang film Danur ini mengatakan bahwa, menentukan karakter dilakukan via background artis yang akan menjadi pemerannya, dari apa yang dirasakan, hingga dari adegan yang akan dijalani.

Jadi bukan hanya sekedar kostum saja. Ini membuat Prilly optimis serta tidak mengalami kesulitan.

Ibunda Berhijab

Prilly menambahkan bahwa ibunya juga berhijab. Bahkan, ia setiap hari melihat ibunya memakai hijab, sampai baju yang dikenakannya pun tertutup.

Dengan begitu, Prilly bisa menyimpulkan bahwa karakter Khadijah dalam serial ini merupakan seorang gadis berhijab dengan pakaian tertutup, serta tidak melakukan adegan banyak bersentuhan.

Prilly Latuconsina menyadari bahwa khadijah dan dirinya merupakan dua karakter yang jauh berbeda. Kemiripannya hanya terlihat 20 persen saja. Sisanya, ia mesti berjuang agar menyatu dengan karakter, serta mampu meyakinkan para penonton.

Prilly Mencoba Untuk Menyatu dengan Karakter Khadijah

Prilly terus menjalani diskusi bersama Hestu Saputra untuk bisa mendalami karakter dari Khadijah. Ia percaya bahwa pasti ada kesamaan yang dimiliki karakter Khadijah dengan karakter Prilly.

Nyatanya, sebagai seorang artis, Prilly Latuconsina sudah pasti memiliki banyak pengalaman. Ia pernah tampil di sinetron harian dengan rating tinggi, film horor box office, hingga serial fenomenal lainnya.

Proses yang Membedakan Segalanya

Prilly tidak ingin membedakan antara sinetron, serial, serta film layar lebar. Ia berpendapat bahwa yang membedakan itu semua adalah proses saat menjalankan proyek, sisanya sama.

Ia menjelaskan bahwa film membutuhkan reading lama, namun waktu syuting hanya sebulan saja. Sementara sinetron tidak memiliki reading, tapi dilakukan setiap hari. Beda lagi dengan serial yang readingnya sebentar, namun proses syuting begitu lama.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment